Adaro Mining Professional Program 2018

Teaser AMPP 2018

Adaro Mining Professional Program (AMPP) is a program designed to develop mining professionals as the future leaders of Adaro Group. We screen the best talents to experience our comprehensive program, which include leadership and technical competency development in the area of mining. The program also offers an excellent opportunity to engage with the leaders and mining experts with our extensive corporate group.

For more info and online registration, click http://www.adarocareer.com/AMPP

Yogyakarta’s Sunset

Sebagai salah satu destinasi yang selalu ramai dikunjungi, Yogyakarta menyuguhkan beragam keindahan parawisata yang dapat kita nikmati. Selain wisata budaya dan kuliner yang menggugah selera, Yogya juga menyuguhkan keindahan alam yang harus dinikmati.

Sebagai pencinta pantai dan sunset, kali ini saya ditemani oleh sahabat saya menuju Queen of the South Resort, Parangtritis Yogyakarta. Berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Yogyakarta, dari hotel kami mengendari sepeda motor (read: saya cuma boncengan dibelakang).

Saat tiba di Resort ini, jika Anda tidak stay disini biasanya akan dikenakan biaya sebesar Rp 100.000,-. Nah, sangat beruntung saat itu kami tidak dimintakan biaya masuk :p

Enjoying Yogyakarta's sunset from the Queen of the South Resort, Parangtritis Yogyakarta

Continue reading →

Berpetualang di Kota Bukittinggi (Part 2)

Tidak akan pernah bosan ketika berlibur di Kota Bukittinggi, sekalipun saya adalah Putra Daerah dari Kota yang dikelilingi gunung dan bukit barisan ini. Saya akan melanjutkan kisah kami Berpetualang di Kota Bukittinggi, untuk kisah dan informasi sebelumnya dapat di-click di sini!

Hari yang indah dikala matahari cukup terik pagi ini. Kami berangkat meninggalkan Champago Resort Hotel. Hari ini kami dedikasikan untuk menikmati suasana kota Bukittinggi yang sudah tak begitu dingin seperti dulu. Sebenarnya untuk explore kota Bukittinggi sendiri tidak butuh waktu yang lama, karena jarak antar tempat wisata sendiri relatif dekat. Hanya saja, jika datang ke Bukittinggi saat long weekend atau masa-masa libur, pastinya Bukittinggi akan sangat macet, apalagi ruas jalan yang sangat sempit.

Continue reading →

Berpetualang di Kota Bukittinggi (Part 1)

Bukittinggi adalah kota kedua terbesar di Sumatera Barat dengan jumlah penduduk lebih dari 91.000 orang dan luas daerahnya berkisar 25.24 km². Berjarak sekitar 90 km dari kota Padang (ibu kota provinsi Sumatera Barat), kota ini berlokasi disekitar 2 gunung berapi yaitu Gunung Singgalang (tidak aktif) dan Gunung Merapi (masih aktif). Dengan ketinggian berkisar 930m dari permukaan laut, kota Bukittinggi berhawa dingin. Tapi sekarang karena efek global warming, Bukittinggi sudah tidak sedingin dulu. Dinginnya kota Bukittinggi masih bisa dirasakan saat malam dan pagi hari, tidak heran jika mandi di sini berasa ice bucket challenge.

Bukittinggi sangat terkenal dengan beragam wisatanya, baik wisata budaya, wisata alam, wisata belanja, dan tentunya wisata kuliner. Sebagai informasi, untuk mengeksplor kota ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Namun karena pesatnya proses pembangunan di kota Bukittinggi, kota ini menjadi salah satu tujuan utama wisata Sumatera Barat baik di waktu liburan panjang maupun diwaktu long weekend. Saran saya, jika kamu ingin ‘menikmati’ kota Bukittinggi hindarilah berkunjung pada high season seperti libur lebaran, libur tahun baru, atau long weekend sekalipun karena akan penuh oleh lautan manusia dan lautan kendaraan (read: macet).

Kira-kira kita bisa berpetualang dimana saja ya di Bukittinggi ini?

Beberapa waktu lalu saya sempat mengajak teman-teman kantor untuk berlibur di Bukittinggi (ya, seharusnya saya memposting ini beberapa waktu lalu, hehehe). Ayo ikut berpetualang bersama kami!

Continue reading →

Wisata Budaya Batusangkar, Sumatera Barat

Hari yang cerah di kota Bukittinggi. Setelah menikmati sunrise dari tower hotel serta menyantap sarapan dengan menu khas Minang, kami akan memulai perjalanan kami hari ini menuju Batusangkar. Perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 41.2 km ini akan memenjakan mata Anda dengan pemandangan yang hijau. Normalnya jarak tempuh ini akan berdurasi sekitar 1.5 jam saja.

1. Kopi Kiniko

Di tengah perjalanan, kami mampir di sebuah kafe yang cukup terpencil, Kopi Kiniko. Di kafe ini kita dapat menikmati Aia Kawa atau ada juga yang menyebutnya Kawa Daun, yaitu minuman dari daun kopi yang diseduh seperti teh. Untuk meminumnya tidak menggunakan gelas, melainkan disajikan dengan menggunakan batok kelapa. Sensasi minum Aia Kawa disini dilengkapi dengan Pisang Sale dan aneka gorengan yang masih panas. Pemandangan disini sangat hijau. Sebagai informasi, Aia Kawa disini gratis loh. Anda hanya perlu membayar makanan saja. Nah, selain pemandangan yang indah, disini juga ada dapur dimana ibu-ibu sedang asik membuat Pisang Sale. Saya baru tahu kalau pisang sale tidak diolesi madu, manis alami yang keluar dari pisanglah yang membuat lebah-lebah hinggap dipotongan pisang.

2. Batu Angkek-Angkek

Batu Angkek-Angkek (atau dalam bahasa Indonesia disebut Batu Angkat-Angkat), merupakan salah satu wisata Budaya yang harus dikunjungi jika mampir ke Batusangkar. Berlokasi di Nagari Balat Tabuh, Sungayang, Batusangkar, batu yang sekilas mirip seperti punggung kura-kura mirip ini bewarna berwarna kuning agak kecoklatan dan di beberapa bagian terlihat mengelupas berwarna hitam. Uniknya, sampai sekarang orang-orang tidak tahu pasti berapa berat batu tersebut, beratnya selalu berubah-rubah.

Konon ceritanya tidak sembarang orang bisa mengangkat batu tersebut, sekalipun dia berotot besar. Sebab, jika batu ini mampu terangkat, konon cita-cita atau keinginan orang tersebut akan terkabul. Seberapa berat batu itu terangkat dipercaya  menjadi seberapa realistis dan seberapa besar upaya yang perlu dikerahkan dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Percaya atau tidak, batu ini dianggap mampu membaca masa depan seseorang.

Sebelum mengangkat batu ini terdapat ritual yang harus ditaati, diantaranya dari posisi duduk bersimpuh serta mengucapkan solawat nabi bagi yang beragama Islam. Sebelum diangkat, kita juga diminta untuk ‘make a wish’ lalu mengangkat batu tersebut ke pangkuan kita. Nah, berhasil atau tidak itulah yang dipercaya bahwa keinginan kita terbut dapat terwujud atau tidak. Kita juga diberi kesempatan mencoba untuk ‘make a wish’ dengan wishes yang berbeda. Jadi bisa dibandingkan sendiri apakah berat batunya selalu sama atau tidak.

3. Istano Basa Pagaruyuang

Perjalanan berikutnya di Batusangkar adalah mengunjungi Istano Basa Pagaruyuang, atau yang lebih dikenal dengan nama Istana Pagaruyung. Istana ini terletak di Kecamatan Tanjung Emas, Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dan merupakan objek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat.

Di istana ini kita tidak hanya dapat menikmati indahnya alam disekitar istana, tetapi kita dapat berwisata sambil menambah ilmu tentang sejarah dan budaya di Minangkabau. Istana yang berdiri kokoh dengan halaman yang cukup luas ini menyediakan banyak alternatif aktivitas yang dapat dilakukan disini. Sebagai contoh, kita dapat mengelilingi istana dengan menaiki kendaraan umum. Cukup membayar Rp 10.000 perorang saja. Ini dapat dijadikan alternatif jika malas jalan kaki untuk mengelilingi wilayah istana yang luas.

Di dalam istana dengan fasilitas 3 lantai ini sudah menjadi museum budaya. Banyak sekali peninggalan sejarah yang dipamerkan. Tidak heran banyak pelajar datang berombongan kesini untuk belajar budaya Minang.

Nah, untuk Anda yang senang berfoto, tidak ada salahnya untuk mencoba berfoto dengan memakai pakaian adat Minang. Untuk dewasa cukup membayar Rp 35.000 saja, Anda dapat menggunakan pakaian adat Minang dengan pilihan warna yang beragam. Tidak usah khawatir, Anda tidak akan foto di satu tempat saja seperti di studio foto, melainkan Anda bebas menggunakan pakaian tersebut untuk berfoto di berbagai spot yang menarik, baik di dalam istana hingga ke halaman istana.

Nah, setelah berwisata budaya di Batusangkar, kira-kira kami akan berpetualang kemana lagi ya? Silakan tunggu cerita selanjutnya ya!