Berpetualang di Kota Bukittinggi (Part 1)

Bukittinggi adalah kota kedua terbesar di Sumatera Barat dengan jumlah penduduk lebih dari 91.000 orang dan luas daerahnya berkisar 25.24 km². Berjarak sekitar 90 km dari kota Padang (ibu kota provinsi Sumatera Barat), kota ini berlokasi disekitar 2 gunung berapi yaitu Gunung Singgalang (tidak aktif) dan Gunung Merapi (masih aktif). Dengan ketinggian berkisar 930m dari permukaan laut, kota Bukittinggi berhawa dingin. Tapi sekarang karena efek global warming, Bukittinggi sudah tidak sedingin dulu. Dinginnya kota Bukittinggi masih bisa dirasakan saat malam dan pagi hari, tidak heran jika mandi di sini berasa ice bucket challenge.

Bukittinggi sangat terkenal dengan beragam wisatanya, baik wisata budaya, wisata alam, wisata belanja, dan tentunya wisata kuliner. Sebagai informasi, untuk mengeksplor kota ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Namun karena pesatnya proses pembangunan di kota Bukittinggi, kota ini menjadi salah satu tujuan utama wisata Sumatera Barat baik di waktu liburan panjang maupun diwaktu long weekend. Saran saya, jika kamu ingin ‘menikmati’ kota Bukittinggi hindarilah berkunjung pada high season seperti libur lebaran, libur tahun baru, atau long weekend sekalipun karena akan penuh oleh lautan manusia dan lautan kendaraan (read: macet).

Kira-kira kita bisa berpetualang dimana saja ya di Bukittinggi ini?

Beberapa waktu lalu saya sempat mengajak teman-teman kantor untuk berlibur di Bukittinggi (ya, seharusnya saya memposting ini beberapa waktu lalu, hehehe). Ayo ikut berpetualang bersama kami!

Continue reading →

Wisata Budaya Batusangkar, Sumatera Barat

Hari yang cerah di kota Bukittinggi. Setelah menikmati sunrise dari tower hotel serta menyantap sarapan dengan menu khas Minang, kami akan memulai perjalanan kami hari ini menuju Batusangkar. Perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 41.2 km ini akan memenjakan mata Anda dengan pemandangan yang hijau. Normalnya jarak tempuh ini akan berdurasi sekitar 1.5 jam saja.

1. Kopi Kiniko

Di tengah perjalanan, kami mampir di sebuah kafe yang cukup terpencil, Kopi Kiniko. Di kafe ini kita dapat menikmati Aia Kawa atau ada juga yang menyebutnya Kawa Daun, yaitu minuman dari daun kopi yang diseduh seperti teh. Untuk meminumnya tidak menggunakan gelas, melainkan disajikan dengan menggunakan batok kelapa. Sensasi minum Aia Kawa disini dilengkapi dengan Pisang Sale dan aneka gorengan yang masih panas. Pemandangan disini sangat hijau. Sebagai informasi, Aia Kawa disini gratis loh. Anda hanya perlu membayar makanan saja. Nah, selain pemandangan yang indah, disini juga ada dapur dimana ibu-ibu sedang asik membuat Pisang Sale. Saya baru tahu kalau pisang sale tidak diolesi madu, manis alami yang keluar dari pisanglah yang membuat lebah-lebah hinggap dipotongan pisang.

2. Batu Angkek-Angkek

Batu Angkek-Angkek (atau dalam bahasa Indonesia disebut Batu Angkat-Angkat), merupakan salah satu wisata Budaya yang harus dikunjungi jika mampir ke Batusangkar. Berlokasi di Nagari Balat Tabuh, Sungayang, Batusangkar, batu yang sekilas mirip seperti punggung kura-kura mirip ini bewarna berwarna kuning agak kecoklatan dan di beberapa bagian terlihat mengelupas berwarna hitam. Uniknya, sampai sekarang orang-orang tidak tahu pasti berapa berat batu tersebut, beratnya selalu berubah-rubah.

Konon ceritanya tidak sembarang orang bisa mengangkat batu tersebut, sekalipun dia berotot besar. Sebab, jika batu ini mampu terangkat, konon cita-cita atau keinginan orang tersebut akan terkabul. Seberapa berat batu itu terangkat dipercaya  menjadi seberapa realistis dan seberapa besar upaya yang perlu dikerahkan dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Percaya atau tidak, batu ini dianggap mampu membaca masa depan seseorang.

Sebelum mengangkat batu ini terdapat ritual yang harus ditaati, diantaranya dari posisi duduk bersimpuh serta mengucapkan solawat nabi bagi yang beragama Islam. Sebelum diangkat, kita juga diminta untuk ‘make a wish’ lalu mengangkat batu tersebut ke pangkuan kita. Nah, berhasil atau tidak itulah yang dipercaya bahwa keinginan kita terbut dapat terwujud atau tidak. Kita juga diberi kesempatan mencoba untuk ‘make a wish’ dengan wishes yang berbeda. Jadi bisa dibandingkan sendiri apakah berat batunya selalu sama atau tidak.

3. Istano Basa Pagaruyuang

Perjalanan berikutnya di Batusangkar adalah mengunjungi Istano Basa Pagaruyuang, atau yang lebih dikenal dengan nama Istana Pagaruyung. Istana ini terletak di Kecamatan Tanjung Emas, Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dan merupakan objek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat.

Di istana ini kita tidak hanya dapat menikmati indahnya alam disekitar istana, tetapi kita dapat berwisata sambil menambah ilmu tentang sejarah dan budaya di Minangkabau. Istana yang berdiri kokoh dengan halaman yang cukup luas ini menyediakan banyak alternatif aktivitas yang dapat dilakukan disini. Sebagai contoh, kita dapat mengelilingi istana dengan menaiki kendaraan umum. Cukup membayar Rp 10.000 perorang saja. Ini dapat dijadikan alternatif jika malas jalan kaki untuk mengelilingi wilayah istana yang luas.

Di dalam istana dengan fasilitas 3 lantai ini sudah menjadi museum budaya. Banyak sekali peninggalan sejarah yang dipamerkan. Tidak heran banyak pelajar datang berombongan kesini untuk belajar budaya Minang.

Nah, untuk Anda yang senang berfoto, tidak ada salahnya untuk mencoba berfoto dengan memakai pakaian adat Minang. Untuk dewasa cukup membayar Rp 35.000 saja, Anda dapat menggunakan pakaian adat Minang dengan pilihan warna yang beragam. Tidak usah khawatir, Anda tidak akan foto di satu tempat saja seperti di studio foto, melainkan Anda bebas menggunakan pakaian tersebut untuk berfoto di berbagai spot yang menarik, baik di dalam istana hingga ke halaman istana.

Nah, setelah berwisata budaya di Batusangkar, kira-kira kami akan berpetualang kemana lagi ya? Silakan tunggu cerita selanjutnya ya!

HR Team Goes to Ranah Minang

DSCF7271

Tahun 2017 cukup membuat hati para karyawan berbunga-bunga. Hal ini dikarenakan cukup banyaknya tanggal merah baik itu ditengah minggu bahkan long weekend. Saya dan rekan-rekan kerja sudah merencanakan akan menikmati longweekend kita di Ranah Minang.

Jum’at, 21 April 2017 bertolak dari daerah Rasuna Said, Jakarta Selatan kami menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dikarenakan ini menuju long weekend, kami berangkat lebih awal untuk menghindari macetnya tol menuju bandara. Gerimis Jakarta menyambut keberangkatan kami menuju Bandara tersibuk di Indonesia ini. Cukup padat jalanan menuju Bandara sore itu. Beruntung sekali kami mendapatkan driver yang sangat cekatan, hingga sangat pintar mengambil jalan dipinggir kiri jalan yang biasanya dipakai dalam keadaan emergency saja.

Jika Anda akan pergi ke bandara dengan public transportation seperti taksi, Uber, Grab, Go-Car, jangan hanya tinggal duduk manis saja. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat perjalanan Anda lebih efektif. Pertama, tidak ada salahnya untuk mengecek Google Map untuk memastikan kemacetan jalanan. Jadi jika sudah sangat mepet, tinggal naik ojek saja daripada Anda akan ketinggalan pesawat. Kedua, sediakan e-toll sendiri, lebih cepat dari pada harus bayar pakai cash dan diberikan kepada driver. Jangan hanya menunggu driver akan bayar toll terlebih dahulu dengan menggunakan e-toll nya dia, dijamin akan sangat kecil kemungkinan dia akan membantu Anda.

Continue reading →