3 Days in Bali

Is that enough for 3 days in Bali?

Tentunya akan muncul pertanyaan seperti itu jika kamu ingin merencanakan liburan ke Pulau Dewata hanya 3 hari saja. Sayapun demikian. Saat merencanakan perjalanan ini bersama teman, sempat terbersit pertanyaan: Cukup nggak ya untuk liburan di Bali hanya dalam 3 hari saja (itupun sudah termasuk waktu perjalanan dari Jakarta-nya, ya!)

Ada insight yang saya dapat saat menjalani liburan singkat di Bali ini. Pilihan. Pilihan apakah ingin mengunjungi banyak tempat wisata dengan waktu kunjungan yang singkat, atau justru ingin menikmati beberapa saja namun bisa berlama-lama di lokasi. Saya memilih opsi kedua.

Terlepas apa yang saya posting di social medias, jauh sebelumnya ada beberapa drama dan persiapan yang sangat dadakan yang terjadi. Pada awalnya, tujuan saya saat mengambil cuti adalah untuk mengunjungi Bandung, tapi lalu kemudian teman menawarkan untuk ke Bali. Akhirnya hati memilih untuk ke Bali. Nah, karena di cancel di last minutes, kebayanglah gimana kami langsung hectic nyari tiket pesawat yang ekonomis. Sudah dapat tiket yang ekonomis, kami masih harus mencari hotel yang akan menjadi rumah kita selama tiga hari kedepan, serta……….. mau ngapain aja di Bali.

Day 1

Pintar-pintarlah mencari maskpai yang memberikan harga ekonomis apalagi saat weekend. Dikarenakan saya hanya mengajukan cuti satu hari saja, kami berangkat ke Bali (sama dengan jadwal ke Bandung awalnya) pada tanggal 22 April hingga 24 April 2016 saja. Strategi kami adalah memilih flight sepagi mungkin sehingga hari pertama kami tidak terbuang begitu saja stuck di airport. Mengorbankan jam tidur karena 21 April penuh dengan pekejaan kantor yang tidak bisa ditinggalkan terbayar dengan manisnya.

Kami berangkat dari Soekarno Hatta International Airport menggunakan flight pukul 06.20 pagi. Tenang, walau bukan flight pertama kami masih bisa merasakan teriknya matahari pagi di Bali pada hari pertama. Jam 08.50 kami landing di Bali dan langsung dijemput oleh mobil hotel (PS: it was a bad bad idea, emang nyaman tapi mahal). Dari airport ke daerah Seminyak, kami harus membayar 300k IDR. Meh! Expensive!

Kami memilih untuk menginap di daerah Seminyak, karena ingin menjauh dari hiruk pikuk-nya Kuta, Seminyak juga banyak hotel bagus. Saat kami masih hunting hotel dari Jakarta, kami tergoda memilih menginap di sebuah hotel dengan  rating 9.2 aka 2015 Award Winner! Hands up untuk Dash Hotel Seminyak, Bali. Pelayanan yang sangat ramah, free traditional Bali massage saat check in, interior kamar yang instagramable, menu makanan di restoran yang high class, tidak berisik, dan tentunya gampang dijangkau dari mana saja. Tinggal jalan kaki ada minimarket yang harganya masih masuk akal, banyak boutique, bar and restaurant, dan tentunya yang paling menarik: pantai yang sepi! Yes, like a private beach!

Setelah massage, check in, dan beberes, kami memutuskan untuk menikmati suasana Seminyak. Hal ini sederhana, dikarenakan liburan ini sangat singkat jangan sampai kami tidak bisa menikmati suasananya di Seminyak sendiri karena ingin berkunjung kesana dan kesini.

Lunch at Sea Circus Bali

Jika kamu senang suasana interior yang unik dan tentunya makanan yang lezat, Sea Circus Bali adalah salah satu pilihan yang tepat. Cukup jalan kaki sekitar 10 menit dari hotel, restoran ini penuh dengan bule-bule, dan saat itu hanya kami saja rombongan Indonesia yang menyantap makan siang disana. Makanan disana juga sangat beragam, mostly memang western. Penyajiannya juga cukup cepat dan jangan salah, meskipun dari luar tempat makan ini kecil dan tidak terkesan mewah, di depan berjejer banyak sekali motor yang parkir.

Interior di dalam restoran juga sangat menarik, ada style bar atau table biasa. Untuk yang hobi main instagram, design dinding luar restoran ini sangat ciamik untuk diunggah di intagram.

Enjoy Your Private Beach

Rasanya tidak perlu mengeluarkan budget yang besar hanya untuk menyewa kamar hotel yang langsung menghadap ke bibir pantai. Di sini, cukup berjalan kaki saja, kami sudah menemukan pantai yang sangat bersih, pasirnya halus, dan sangat sepi.

Di pinggir pantai juga terdapat restoran yang romantis saat sunset. Berikut adalah birunya Pantai Seminyak pada siang hari:

Saat sunset, pantai ini tidak kalah cantiknya. Sekali lagi, pantai ini berasa sangat private karena sepi pengunjung. Jika kamu ingin menikmati sunset yang romantis bersama pasangan kamu, mandi-mandi cantik dikala sunset, hingga tiduran di pasir yang lembut sambil melihat bintang dan mendengar deru ombak, disini adalah pilihan yang tepat.

Day 2

Mengawali perjalanan yang panjang dan melelahkan, kami memulai dengan sarapan di resto hotel: Mya Kitchen & Coctails. Disini dibuka 24 jam, jadi jika mau sarapan, lunch, dinner, hingga having good drink bisa disini. Interiornya sangat nyaman dan modern, Anda juga dapat menikmati suasana kolam renang dari dalam restoran ini. Tentunya menu makanan disini sangat lezat. Untuk sarapan saja saya sampai 3 kali order, loh. Kebayang yah lezatnya menu mereka (atau karena saya emang lapar).

Di Bali, menyewa kendaraan adalah cara yang terbaik jika kamu ingin menikmati Bali dengan jadwal sendiri (nggak pake tour). Jika kamu tidak suka berpanas-panasan, menyewa mobil adalah pilihannya. Kamu juga bisa membawa banyak barang tentunya. Namun jika kamu ingin merasakan udara Bali dan ingin merasakan matahari Bali, tentunya pilihan menyewa sepeda motor adalah pilihan yang tepat. Selain lebih murah, tentunya lebih cepat.

Sangeh Monkey Forest

Disini kamu bisa menemukan banyak sekali monyet-monyet jinak yang akan menghampiri kamu saat mengunjungi objek wisata ini. Jangan pergi sendirian, jika ada guide asli penduduk Bali yang menyambut kamu, tidak apa. Ajak beliau masuk ke dalam dan kamu bisa mendengar cerita tentang sejarah lokasi ini.

Sebenarnya monyet-monyet disini sangat jinak. Hanya saja, kita tidak boleh memegang monyet-monyet tersebut. Biarkan monyet-monyet ini naik ke pundak kamu (dan silakan mengambil foto). Mereka (monyet) nggak usil kok. Bahkan saya merasa bersyukur dari sekian banyak yang datang, saya adalah salah satu orang yang pertama didatangi oleh monyet-monyet. I feel so blessed. Jika beruntung, akan ada Raja (monyet) yang berukuran besar yang bisa diajak berfoto.

Di parkiran, ada banyak warung yang bisa kamu kunjungi. Tidak perlu khawatir, meskipun di lokasi wisata, para penjual tidak memasang harga yang tinggi. Saya menikmati dua buah durian besar bersama teman saya. Sempat ditertawai oleh Ibu-Ibu Bali karena melihat betapa rakusnya kami, tapi ya gimana, secara pecinta durian dan menemukan durian Bali yang cukup murah. Sikat!

Ulun Danu Temple & Lake Beratan Bali

Kami melanjutkan perjalanan kami sekitar 1 jam-an lagi menuju Danau Beratan. Jika dilihat di peta, perjalanan kami memang cukup ekstrim, jauh! Tapi seperti yang saya sebut di awal, saya lebih memilih menikmati suasana di tempat wisata dengan waktu yang lama (sekalipun jauh) ketimbang mobile dan tidak bisa menikmati suasananya.

Disini kamu akan menemukan danau yang cantik di Bali. Jika ingin menyewa sampan atau mengayuh bebek-sampan, silakan. Banyak sekali disewakan disini. Tentunya kamu tidak akan ketinggalan berfoto dengan latar Ulun Danu, sebuah pura yang cantik yang terletak di atas danau.

Di area parkiran juga banyak warung dan toko yang menjual oleh-oleh. Harganya lebih murah jika dibandingkan dengan Seminyak. Di pinggir danau, saya sempat mencoba Bakso Bali (lupa namanya), sempat kaget juga ditawari bakso pakai lontong. Tapi sekali lagi, rasanya enak (mungkin karena sudah kedinginan) dan harganya juga murah. Meskipun kamu tidak bisa berbahasa Bali (ketauan dong kalau kamu wisatawan), kamu masih bisa menikmati bakso lezat dengan harga 10k IDR saja. Murah kan?

Dinner di Beachwalk Kuta

Setelah kembali ke hotel dan bersih-bersih, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Pantai Kuta yang cukup ditempuh 20 menitan dengan menggunakan motor dari hotel kami. Cukup banyak tempat makan yang bisa kamu nikmati di sekitar Kuta, tapi memang, suasananya sangat ramai dan jujur saja saya kurang menikmatinya. But anyway, jika sudah terdampar di Kuta, mau pantai, bar, restorant, atau mall, semuanya ada. Tidak perlu khawatir.

Day 3

Hari terakhir di Bali, saya masih bisa menikmati sarapan dengan orderan porsi kuli di Mya Kitchen & Cocktail. Harganya disini cukup mahal, namun beruntung kami tidak perlu membayar karena sudah menjadi bagian dari fasilitas menginap untuk kamar yang kami pesan, namun suasana dan pilihan makanannya sangat menggugah lidah, tidak akan rugi.

Pantai Kuta

Kami keluar dari hotel sudah agak siangan, namun karena teman saya sangat ingin melihat Kuta (bukan di malam hari), akhirnya kami memutuskan untuk ke Kuta ditengah teriknya matahari Bali. Sunblock jangan lupa jika kamu tidak ingin kembali dari Bali dengan kulit gosong.

Pantai Kuta sangat ramai, jujur ya, sekali lagi, bukan lokasi favourite saya karena ramai, kotor. Tapi cukup mengasikan jika kamu ingin menikmati pemandangan pantai yang bertabur bule-bule yang sedang berliuk-liuk di atas papan selancarnya.

Karena saya tidak bisa bermain selancar (dan tidak bisa berenang), menikmati pantai Kuta dengan sebotol beer tidak kalah menyenangkan. Bercanda gurau dengan seseorang disamping kamu tidak kalah menyenangkan, kok (pembelaan diri).

Beachwalk Bali

Tidak lengkap jika ke Kuta kita tidak mampir ke Beachwalk Mall. Mall yang di-design lebih homy, tidak seperti di Jakarta. Kami memilih untuk makan siang disini. Jika ingin menyantap makan siang dengan menu traditional Bali dan menikmati cantiknya Pantai Kuta, saya sangat merekomendasikan untuk makan siang di Bebek Tepi Sawah Beach Walk. Pilihlah tempat duduk di luar yang langsung menghadap pantai.

Tanah Lot

Selesai santap siang, kami segera meluncur ke tempat wisata (mainstream) lainnya yang harus dikunjungi: Tanah Lot. Jika kamu akan mengunjungi Tanah Lot Bali dihari terakhir dan flight kamu adalah malamnya, pilihan menyewa sepeda motor adalah jawaban paling benar.

Tanah Lot Bali sangat indah terutama jika Anda bisa menikmati sunset nya. Dari atas bukit, Anda dapat menyaksikan cahaya sunset yang menguning di atas deruan ombak. Tentunya Anda akan dapat mengambil foto Pura Tanah Lot dari sini juga.

Di Pura ini ada air suci yang dipercaya dapat membawa kelancaran rejeki, jodoh, dan sebagainya. Antriannya cukup ramai. Percaya atau tidak, tapi begitulah, akan tetap banyak orang yang antri dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda.

Jika Anda tidak mengejar flight, menikmati Tari Kecak dikala matahari terbenam tak kalah menarik. Namun jika tidak, Anda bisa berbelanja oleh-oleh di sekitar pantai. Lukisan, ukiran, tekstil, dan beragam kesenian lainnya dapat Anda jumpai disini. Jangan lupa untuk menawar ya, mereka masih open buat nego kok (berasa nego gaji aja).

Nah, setelah sunset, orang-orang akan serentak keluar dari pantai ini. Jadi jika Anda membawa mobil, wassalam, macet banget. Dengan membawa motor Anda bisa memotong jalan. Tidak akan rugi!

* * *

Memang 3 hari tidaklah cukup untuk menjelajahi keindahan Bali. Banyak tempat wisata yang belum sempat kami kunjungi. Namun dengan kunjungan random, mau kemana saja, Bali sangat menarik dan meninggalkan banyak kenangan kok. Tidak sabar ingin kembali ke Bali lagi, atau mungkin mengunjungi lokasi lain? Ditunggu trip berikutnya ya!

 

 

Andra Septian
Andra Septian
A full time Jakartan who spend his weekdays as HR Recruitment Supervisor at Coal Mining Company. Enjoying his weekend as a lover

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *