Backpacking to Thailand 2013

Rencana ini sebenarnya dadakan, ketika saya dan sahabat saya, Aldis sedang stress-stress nya mengikuti kompetisi MAPRES 2013. Saat sedang duduk-duduk santai melepas kepenatan di Perpustakaan FKM UI, saya bersama Aldis berinisiatif ingin memberikan self reward dengan backpacking bersama ke Thailand. Kami melihat harga tiket online, dan holaaaa, tiket PROMO, PP Jakarta Bangkok PLUS Bagasi hanya Rp 720.000,00. Bahkan harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga tiket saya 1 kali perjalanan ke Sumatera Barat. 😀

Perjalanan kali ini singkat namun harus super seru. Saya dan Aldis di Thailand selama seminggu. Well, setibanya di Bangkok (Aldis jadi boss yang lebih mahir ngurusin ini itu), dari Airport kami menuju guest house yang sudah di booking sebelumnya (eits, bahkan kami bisa booking tanpa bayar uang muka). Guest House ini tergolong murah dan tempatnya strategis (bisa dibilang begitu), namanya adalah Lucky Guest House. Dengan menggunakan ARL dari airport menuju Payathai Station, kami akhirnya memutuskan untuk naik taxi dengan membayar 150 Baht ke Khao San Road. Kami sampai di sana saat sudah malam, jadi night live Khao San Road sudah sangat heboh. Ga tau malu (biasanya pemalu kan), dengan muka kucel yang dipajang fresh, kami menelusuri jalanan yang penuh hiruk pikuk (masih dengan muka agak malu-malu, maklum untuk pertama kalinya backpacking) kami akhirnya menemukan tempat tinggal kami ini. Kami memesan double beds yang namun diberikan 1 bed size queen aja. Di dalam kamar sendiri lengkap dengan AC, TV, dan kamar mandi dengan air hangatnya.


Tempat tinggal kami sangat strategis, namun sialnya adalah saat itu kami kelimpungan mencari koneksi internet. Yes, guest house ini sebenarnya memiliki WiFi, namun ternyata saat kami datang, di kawasan Khao San Road sedang ada projek pemboran bawah tanah sehingga koneksi WiFi terganggu. Tapi yasudahlah, ini salah satu cobaan terbesar saya untuk hidup tanpa internet dalam beberapa jam.

Keesokan harinya kita sejujurnya belum menyiapkan rencana mau kemana (backpackers amatir banget). Kami akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar guest house ini. Kami mampir di Taman Kota dekat Grand Palace. Saya sangat senang dengan taman kotanya, begitu rapi, bersih, dan udara terasa begitu segar saat itu. Kami juga bertemu dengan Mr. Chang. Beliau adalah seorang dosen di Thailand yang sangat excited menceritakan banyak tempat-tempat keren yang bisa kami kunjungi yang berada disekitar Khao San Road.

Nah, tadinya kami mau ke Grand Palace tapi beliau bilang saat ini sedang ditutup karena sedang ada tamu kenegaraan Malaysia yang datang ke sini. Jadilah muncul dibenak beliau untuk menyarankan kami pergi ke Wat Khun Jan dan tour sungai dengan menggunakan perahu. Di sana sangat tenang dan banyak Wat (temple) yang bisa kita masuki secara gratis (YEAH!) dan pas banget hari itu sedang ada ritual Budha.

Kami berangkat ke terminal perahu (loh kok terminal) dengan kendaraan tradisional Thailand, Tuk Tuk. Jujur! Itulah kata yang sangat cocok untuk supir Tuk Tuk. Tadinya Mr. Chang bilang kami bayar 20 Bath perorang, jadi saat kami kasih 40 Bath ke supir Tuk Tuk, dengan bahasa Inggris seadanya beliau bilang ‘No, no. Twenty, twenty.” Jadilah kami hanya membayar 10 Bath perorangnya.

Untuk bisa pergi ke Wat Khun, kami harus naik perahu dan membayar 1.000 Baht. Tadinya sempat galau emang, kan namanya juga backpacking dan maunya murah, eh ini malah bayar mahal banget. Mungkin karena kurang informasi juga kali ya, kami membayar mahal ini karena perahu yang kami pakai adalah perahu private nan eksklusif. Bayangin aja perahu segede itu hanya diisi oleh saya dan Aldis serta Bapak Thai yang menahkodai perahu ini. (Please, buat kamu-kamu nanti yang ingin pergi ke sini, ada kok public boat nya dengan harga yang jauh banget murahnya). Well, lumayan lah bisa menyegarkan otak ini dengan suasana sungai yang sangat indah dengan perahu eksklusif mengarungi sungai Cha Ko Praya. Oh iya, kita tidak bisa berhenti di sembarangan Wat (di pinggir sungai ini sangat banyak) karena waktu yang dibayar 1.000 Baht itu hanya 1 jam.

Sesampainya kami di Wat Khun Jan, sangat jauh dari ekspektasi kami. Suasana disini sudah sepi, upacara rohani Budha nya pun sudah selesai. Kami pun akhirnya foto, dan HELL-NO banget karena dua-duanya maunya di foto. Jadi hasil fotonya yaaa…….

Kembali ke Khao San Road, saya sudah berjanji dengan teman-teman AFS saya untuk berjumpa. Saat mengikuti AFS-YES 2008-2009 di AFS Miss TennKy Area, saya bersahabat dengan 2 AFSers Thailand, Nathanee dan Bell. Setelah 4 tahun akhirnya kami berjumpa kembali. Awalnya sempat kerepotan mencari koneksi internet karena sangat susah saat itu mencari koneksi internet, sekalipun di cafe, internetnya lemot karena memang ada gangguan.

Sebahagia itu bisa berjumpa dengan tema-teman AFS USA setelah 4 tahun. Yes, besok adalah hari ulang tahun saya dan hadiah paling indah adalah bisa berjumpa mereka. Bell juga memberikan 1 topi yang bertuliskan nama saya dengan huruf Thai. Kami berjalan sejenak ke Museum yang ada di sekitar Khao San Road. Tapi biasalah, kelabilan dan kepanikan sahabat saya, Aldis yang juga janjian ‘berbisnis’ dengan teman UI nya di Bangkok. Akhirnya, dengan Aldis serta rekannya yang juga sama-sama berketerbatasan internet, kami mencoba menyusulnya ke Platinum Mall dan MBK. Percaya atau tidak, waktu berlalu cepat (khususnya mencari teman Aldis). Bell harus buru-buru balik karena sudah sore, dan kami diajak Nathanee untuk early dinner (early birthday dinner) dengan Thai Foods; Tom Yam, Papaya Salad, Sticky Rice (nasi ketan), lalapan Thailand beserta sambalnya (bukan lalapan Sunda, bukan), serta daging bumbu yang entah apa namanya.

Bagi pecinta kuliner dan suka makanan pedas, jangan khawatir, makanan Thai Foods baik yang direstoran hingga pinggir jalanpun tidak akan jadi masalah. Bersih dan enak. Alhamdulillah pedasnya nggak bikin mules.

Masih ada cerita selanjutnya di Thailand. Tunggu postingan berikutnya ya!

Andra Septian
Andra Septian
A full time Jakartan who spend his weekdays as HR Recruitment Supervisor at Coal Mining Company. Enjoying his weekend as a lover

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *