Mochamad Aldis Ruslialdi [Part-1]

Pada semester 6 kali ini, saya mendapatkan tugas akhir pada mata kuliah Metakognisi, salah satu matakuliah wajib peminatan bagi anak-anak Psikologi Pendidikan di Universitas Indonesia. Tugas akhir yang diberikan adalah membuat analisis tentang siswa/mahasiswa yang sukses dalam masa pendidikannya.
383288_10150393578531012_1667512372_nSaya sendiri langsung terfikirkan hanya satu nama orang saja yang spontan melompat pada fikiran saya, Mochamad Aldis Ruslialdi yaitu salah satu sahabat yang begitu shining selama masa perkuliahan ini. Saya sendiri akan menceritakan ‘kesuksesan’ dan tentunya analisis (namanya juga tugas kuliah) tentang metakognisi sahabat saya ini.

Sebagai informasi, bagian ini terdiri dari 2 Part. Tadinya mau satu postingan saja, tapi sepertinya terlalu panjang. Please, Aldis-lo-jangan-kegeeran-karena-gua-bikin-postingan-untuk-elo-dua-part. Jadi setelah teman-teman selesai baca Part 1, jangan lupa mampir ke Part 2 yaaaa 🙂

Nah, tugas akhir Metakognisi ini berjudul:

Analisis Metakognisi dan Faktor Lainnya yang Mempengaruhi Pencapaian Kesuksesan Pada Partisipan Selama Masa Perkuliahan di Universitas Indonesia

UAS Take Home Kelas Metakognisi
Andra Septian – 1006663801

Mochamad Aldis Ruslialdi merupakan mahasiswa Jurusan Epidemologi, Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia angkatan 2010. Pria Sunda kelahiran Garut 20 tahun silam ini merupakan salah satu mahasiswa yang saya nilai berprestasi dan sukses menjalani masa perkuliahannya selama di Kampus Perjuangan ini. Berprestasi dan sukses terlihat dari banyaknya pencapaian yang berhasil dia peroleh baik dari segi akademis maupun non-akademis.

Mahasiswa yang berprestasi dibidang olimpiade sains biologi pada masa SMA ini juga berhasil menunjukkan kecemerlangannya pada bidang akademis dimasa perkuliahan. IPK sebesar 3.67 berhasil dia pertahankan hingga saat ini. Kecemerlangannya di bidang akademis juga dia tunjukkan dengan semester 4 telah menjadi asisten dosen hingga saat ini di semester 6. Selain itu, Aldis juga sudah dua kali mengikuti international conference sebagai pembicara atau penyaji makalah ilmiah, bahkan dia merupakan penyaji makalah termuda pada International Urban Mobility Conference 2013 dimana pada saat bersamaan sangat banyak profesor, dosen, dan pihak pelaku ilmiah profesional yang terlibat di conference ini. Selain itu, prestasi akademisnya ini berhasil membawanya sebagai assistant researcher di Health Research Center on Crisis and Disaster (HRCCD) serta mendapatkan tawaran untuk membantu pembuatan proposal disertasi.

Di bidang non akademis, Aldis terlibat diberbagai kegiatan. Pertama adalah saat dia terpilih sebagai anggota paduan suara Paragita UI, selain menjalani perkuliahan dia juga bisa menyalurkan hobi bernyanyinya. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi dia untuk bisa tampil diberbagai konser yang diselenggarakan oleh Paragita UI. Selain itu dia juga aktif di bidang public relation, hal ini terbukti dengan terlibatnya dia sebagai PO Public Relation Gerakan UI Mengajar Pertama disaat dia masih ditahun pertama kuliah di FKM UI serta di BEM IKM FKM UI sendiri, Aldis aktif dibidang yang sama. Menurutnya ini sangat membantu dia dalam mengembangkan relasi dengan berbagai pihak. Selain itu dia juga terlibat aktif di Global Citizen Corps dan Rumah Panda dengan menunjukkan passion pada isu keksualitas dan kesehatan reproduksi remaja. Awalnya dia sempat mencoba aktif diisu yang berbeda seperti human rights. Namun, Aldis merasa itu bukan passion¬-nya karena dia dapat melihat tidak banyak potensi diri yang bisa dia explore dibandingkan isu seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja. Hal ini dia buktikan dengan bergabung dan aktif di Global Citizen Corps dan Rumah Panda dia dan teman-temannya mampu mengadakan berbagai kegiatan dengan level UI dan nasional karena mendapatkan support dan sponsor dari link yang dia peroleh selama menjadi public relation.

Dari pencapaian yang berhasil dicapai baik akademis maupun non-akademis, Aldis berkesempatan untuk mengikuti Nutrifood Future Leader, suatu perlombaan yang diadakan oleh PT. Nutrifood untuk mencari generasi muda yang berprestasi, memiliki jiwa kepemimpinan, dan memberikan perubahan untuk lingkungan di sekitarnya. Melalui seleksi yang ketat, akhirnya dia berhasil masuk sebagai finalis nasional dan menjadi The Most Favorite Leader pada acara Nutrifood Future Leader 2012. Keberhasilan ini juga membuka peluang lebih besar lagi untuk future dia. Di awal semester 6 menjelang dia berusia 20 tahun, human resources PT. Nutrifood memberikan tawaran kepada Aldis untuk bekerja dengan mereka pada posisi Health Center Executive tanpa perlu mengikuti seleksi seperti calon staff lainnya dan tanpa harus terburu-buru menuntaskan perkuliahannya dengan segera di semester 7 nanti, pihak PT. Nutrifood mau menanti Aldis hingga dia lulus. Di awal April ini, Aldis juga berhasil meraih Mahasiswa Berprestasi II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia 2013.

Menurut Aldis, sukses dapat diperoleh dengan adanya upaya mengenali dan memaksimalkan potensi diri, serta memanfaatkan peluang yang ada. Mengenali diri, menurutnya, adalah upaya mencari passion sehingga kita mampu mengekplor lebih banyak lagi potensi diri. Dengan demikian kita akan mampu memaksimalkan potensi yang kita punya untuk bisa menjadi lebih master di bidang tersebut. Tentunya kita juga harus mampu membuat perencanaan strategis dengan meliat berbagai peluang yang ada.

Dalam proses pencarian jati diri, bagi Aldis sendiri sangat penting untuk mencoba. Mencoba apa yang menurut kita senangi akan membuat kita belajar lebih banyak apakah kita passion dengan hal tersebut atau tidak karena kita tidak akan pernah tau sebelum kita mencoba dan menemukan sendiri mana yang terbaik.

Selain itu, dalam mencapai suatu target sangat penting bagi kita untuk membuat perencanaan yang logis. Maksudnya, sangat penting untuk mengetahui kapasitas diri dan juga penting memperhatikan time management agar target yang ingin dicapai dapat diperoleh. Meskipun memiliki kemampuan time management yang buruk, Aldis lebih memanfaatkan untuk memaksimalkan waktu kosong di luar perencanaan seperti dosen tidak masuk kelas, mengisi waktu kosong dengan menyicil tugas dan menyelesaikan apa yang bisa diselesaikan lebih awal. Hal ini berdampak dengan nilai tugas yang maksimal, waktu belajar yang lebih banyak, evaluasi tugas lebih mendalam, dan tentunya hasil yang diperoleh lebih maksimal. Meskipun bukan tipe perfectionist namun Aldis selalu memaksimalkan setiap kesempatan tanpa harus membebani diri dalam prosesnya.

Dari pencapaian yang berhasil diperoleh oleh Aldis dalam waktu 3 tahun ini membuat penulis ingin melakukan analisis terhadap kemampuan metakognisi, motivasi, mastery goals, decision making, serta pengaruh faktor lingkungan eksternal dalam pengembangan potensi diri partisipan.

Andra Septian
Andra Septian
A full time Jakartan who spend his weekdays as HR Recruitment Supervisor at Coal Mining Company. Enjoying his weekend as a lover

1 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *