April 30

Berpetualang di Kota Bukittinggi (Part 1)

Bukittinggi adalah kota kedua terbesar di Sumatera Barat dengan jumlah penduduk lebih dari 91.000 orang dan luas daerahnya berkisar 25.24 km². Berjarak sekitar 90 km dari kota Padang (ibu kota provinsi Sumatera Barat), kota ini berlokasi disekitar 2 gunung berapi yaitu Gunung Singgalang (tidak aktif) dan Gunung Merapi (masih aktif). Dengan ketinggian berkisar 930m dari permukaan laut, kota Bukittinggi berhawa dingin. Tapi sekarang karena efek global warming, Bukittinggi sudah tidak sedingin dulu. Dinginnya kota Bukittinggi masih bisa dirasakan saat malam dan pagi hari, tidak heran jika mandi di sini berasa ice bucket challenge.

Bukittinggi sangat terkenal dengan beragam wisatanya, baik wisata budaya, wisata alam, wisata belanja, dan tentunya wisata kuliner. Sebagai informasi, untuk mengeksplor kota ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Namun karena pesatnya proses pembangunan di kota Bukittinggi, kota ini menjadi salah satu tujuan utama wisata Sumatera Barat baik di waktu liburan panjang maupun diwaktu long weekend. Saran saya, jika kamu ingin ‘menikmati’ kota Bukittinggi hindarilah berkunjung pada high season seperti libur lebaran, libur tahun baru, atau long weekend sekalipun karena akan penuh oleh lautan manusia dan lautan kendaraan (read: macet).

Kira-kira kita bisa berpetualang dimana saja ya di Bukittinggi ini?

Beberapa waktu lalu saya sempat mengajak teman-teman kantor untuk berlibur di Bukittinggi (ya, seharusnya saya memposting ini beberapa waktu lalu, hehehe). Ayo ikut berpetualang bersama kami!

Continue reading

April 21

HR Team Goes to Ranah Minang

DSCF7271

Tahun 2017 cukup membuat hati para karyawan berbunga-bunga. Hal ini dikarenakan cukup banyaknya tanggal merah baik itu ditengah minggu bahkan long weekend. Saya dan rekan-rekan kerja sudah merencanakan akan menikmati longweekend kita di Ranah Minang.

Jum’at, 21 April 2017 bertolak dari daerah Rasuna Said, Jakarta Selatan kami menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dikarenakan ini menuju long weekend, kami berangkat lebih awal untuk menghindari macetnya tol menuju bandara. Gerimis Jakarta menyambut keberangkatan kami menuju Bandara tersibuk di Indonesia ini. Cukup padat jalanan menuju Bandara sore itu. Beruntung sekali kami mendapatkan driver yang sangat cekatan, hingga sangat pintar mengambil jalan dipinggir kiri jalan yang biasanya dipakai dalam keadaan emergency saja.

Jika Anda akan pergi ke bandara dengan public transportation seperti taksi, Uber, Grab, Go-Car, jangan hanya tinggal duduk manis saja. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat perjalanan Anda lebih efektif. Pertama, tidak ada salahnya untuk mengecek Google Map untuk memastikan kemacetan jalanan. Jadi jika sudah sangat mepet, tinggal naik ojek saja daripada Anda akan ketinggalan pesawat. Kedua, sediakan e-toll sendiri, lebih cepat dari pada harus bayar pakai cash dan diberikan kepada driver. Jangan hanya menunggu driver akan bayar toll terlebih dahulu dengan menggunakan e-toll nya dia, dijamin akan sangat kecil kemungkinan dia akan membantu Anda.

Continue reading