Tips Menulis CV Sehingga Dilirik Oleh Recruiter

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman (dan cerita) saya sebagai Recruiter dalam screening CV-CV kandidat yang masuk melalui sistem kami, via email, ataupun via post (duh!). CV menjadi salah satu tombak yang akan membuat diri kamu sebagai kandidat untuk dilirik, at least untuk tahap selanjutnya.

Mungkin pengalaman saya di dunia recruitment belum begitu lama, namun keseharian dalam bekerja saya kerap menjumpai puluhan hingga ratusan CV yang masuk. Tak heran sayapun bisa menemukan banyak orang yang berbakat dan sangat terampil; cocok dengan job requirement untuk posisi yang dia apply. Namun demikian, tidak bermaksud menghina, saya juga menemukan banyak kandidat yang tidak mampu ‘menjual’ dirinya melalui CV. Sangat disayangkan.

Just be real, ketika CV kamu tidak menarik atau sangat jauh dari requirement, sudah jelas para recruiter pun juga engga menghabiskan waktu mereka untuk melihat CV kamu. Masih banyak CV lain yang perlu dibaca.

Jadi di-postingan kali ini saya hanya ingin bercerita menurut perspektif saya bagaimana sih menulis CV yang dapat dilirik oleh Recruiter 🙂

Mulai Membuat CV?

Nah, jika kamu sudah terniat untuk membuat CV itu adalah suatu permulaan yang bagus. Tapi percayalah, niatan tak segampang memulainya. Segera luangkan waktu kamu dengan fikirian yang fresh, karena menulis tentang diri sendiri di CV juga butuh ketengan.

Jangan Menggunakan Template

Jika kamu mulai membuat CV dengan cara meng-google template yang dapat kamu gunakan, you just wasting your time!

Saat kamu apply beasiswa atau beberapa posisi pekerjaan mungkin menggunakan template tertentu sudah menjadi suatu ketentuan. Namun saat kamu menggunakan template, bagaimanakan dengan individuality? Kamu akan terbatas untuk menginformasikan hal-hal penting yang seharusnya kamu cantumkan di-CV namun tidak disediakan oleh template.

Mungkin banyak yang tidak setuju dengan pernyataan ini, tapi at least kamu bisa tunjukkan usaha lebih kamu dalam membuat CV, tidak hanya copy-paste mengisi template. Apalagi jika Recruiter menemukan CV dengan template yang sama, bisa dibayangkan apa yang akan dilakukan oleh Recruiter.

Ok, ok. Jika bingung dengan template, jika tetap ingin menggunakan tempate, please at least buatlah sedikit perubahan, misal dengan mengubah warna, font, dll.

English, please!

Tidak berbicara soal nasionalisme, tapi saat kamu ingin memasuki dunia professional, ya, be professional. Salah satunya adalah dengan menunjukkan kemampuan kamu berbahasa Inggris melalui CV. Bahasa Inggris sudah menjadi syarat mutlak jika kamu ingin bergabung di suatu perusahaan besar.

Mungkin perusahaan besar nasional masih OK menerima CV bahasa Indonesia. Namun yang ingin saya tegaskan adalah CV menjadi kunci untuk membuka kesempatan kamu untuk dilirik oleh Recruiter.

Ada hal lain yang menjadi pertimbangan ketika menulis CV dengan bahasa Inggris. Mungkin posisi yang akan kamu apply mengharuskan mampu berbahasa Inggris, atau bisa jadi calon User kamu nanti adalah bukan orang Indonesia. Jadi jangan harap CV kamu akan dilirik, ya 😉

Jangan Gado-Gado

Saya pernah menemukan CV yang gado-gado. Ada berbagai macam gado-gado disini. Pertama, CV gado-gado yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di dalam CV.OK, mungkin kemampuan bahasa Inggris kamu terbatas dan memanfaatkan fasilitas translater online kemudian ada yang typo sehingga tidak bisa di-translate. Nah loh, dibaca lagi ya.

Atau yang kedua, saat kamu kehabisan bahasa untuk menuliskan apa sehingga copy-paste dari CV teman sehingga font dan size-nya berbeda. Please be smart!

Be Creative but Keep it Smart!

Boleh saja jika ingin berkreativitas dengan CV kamu, apalagi jika memang mempunya kemampuan design. But please keep it smart too. Banyak CV yang saya temukan justru kekanak-kanakan (mostly freshgraduates). Misalnya full color seperti ingin membuat brosur, atau menggunakan simbol-simbol dalam menunjukkan skills mereka, misalkan ingin menunjukkan skills komputer dengan menggunakan simbol Microsoft Office, Excel, atau skill lainnya. Kemudian membuat ratting sendiri menggunakan simbol. Hhhmmm.. Anda akan masuk ke dunia profesional, bukan lagi mendaftar dikepanitiaan kampus.

Keep It Simple but Detail

Sekarang kamu harus bisa memilih hal penting apa yang akan kamu cantumkan di dalam CV, tidak perlu lagi rasanya mencantumkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan profesi yang Anda lamar di CV.

Banyak yang bilang 1 halaman CV kependekan. Jika kamu bisa merangkum dengan baik, 1 halaman sudah cukup loh. Atau kalau tidak 2 halaman deh. Jangan membuat CV hingga lebih dari 5 halaman. Recruiter tidak punya banyak waktu untuk entertain CV kamu.

Detail! Jangan mentang-mentang ingin simple justru kamu tidak mendetailkan CV kamu sendiri. Justru recruiter akan bertanya; ‘dia ngapain aja?’, ‘prestasi kerjanya gimana?’, ‘skills dia apa aja ya?’, ‘sertifikasinya apa aja nih yang udah ada?’

Saya pernah menjumpai CV dengan total pengalaman kerja lebih dari 5 tahun. Namun hanya mencantumkan nama perusahaan, periode kerja, dan nama posisi. hhmmm.. Saya pribadi juga malas buat menebak-nebak kandidat ini ngapain aja selama kerja.

Don’t Lie Too Much

Yakin menulis CV apa adanya? Saya sih tidak yakin, ya. Pasti akan ada hal-hal tertentu yang akan ditutupi atau ‘dipercantik’ di-CV Anda. Personally, ya sebenernya tidak masalah jika ingin sedikit ‘mempercantik’ CV namun jangan lupa, proses seleksi kerja tidak hanya melalui CV saja, loh. Akan ada test tertulis dan/atau wawancara kerja juga. Jadi jangan menjebak diri sendiri dengan kebohongan yang dibuat ya.

Nice Picture

Percaya atau tidak, dengan foto yang pas akan membuat Recruiter ingin melanjutkan membaca CV kamu, loh. Gunakanlah foto yang fresh, ramah, dan menarik. Menurut saya tidak harus foto dengan model pas foto yang kaku, as long kamu tau batasannya.

Misalkan jangan foto selfie, foto saat jalan-jalan walaupun close up. Personally, sayapun pernah menemukan kandidat yang menggunakan foto yang hhmmm… Tidak bermaksud men-judge, hindarilah foto dengan penampilan-seperti-ingin-dilindas-truk. Misal: laki-laki berponi hingga melebihi matanya seakan emo-style dengan berjas tetap terlihat ok. Big no! Recruiter akan, ya, saya tidak tega menuliskannya.

Atau ada juga beberapa kandidat yang menggunakan, maaf, foto berjilbab. Namun saat diundang untuk mengikuti test atau interview justru dia datang dengan tidak berjilbab. Akan muncul pertanyaan-pertanyaan; loh kenapa buka jilbab? Apa ga pake jilbab takut nggak diterima kerja? Atau kenapa ya? Karena maaf, menurut saya konotasinya akan menjadi negatif. Berbeda dengan yang di-CV nya tidak menggunakan jilbab kemudian datang interview menggunakan jilbab, bisa diasumsikan akan ada penilaian yang lebih baik, kan? What do you think?

Cantumkan Contact Anda!

Beberapa perusahaan mungkin mempunyai sistem pendaftaran online sendiri, namun tentunya kamu bakalan tetap diminta untuk mencantumkan contact person kamu. Atau mungkin kamu mengirim CV ke email recruiter dan di CV kamu tidak ada contact person.

Sebenernya ya recruiter bisa sih ngecek ke email kamu lagi, atau mengecek ke sistem. But please, kamu kelihatan banget nggak teliti dan sebagai recruiter kamipun juga agak gimana ya untuk meng-entertain CV seperti itu meskipun dari segi pengalaman kamu sudah luar biasa. Toh contact person kamu juga untuk keperluan kamu kan? Nggak usah takut dihubungi untuk digombalin sama recruiter 😉

Dan yang terakhir:

Dan yang terakhir adalah kerjakan dan update terus CV kamu (jika memang ada detail yang harus di-update). Kerjakan, ya artinya mulailah mengerjakan CV kamu setelah membaca postingan ini. Update-lah, jangan sampai kamu mengirimkan CV dari jaman kapan untuk melamar pekerjaan.

Take it easy. Ini memang cuma CV. Tapi CV adalah first impression bagi recruiter 😉

Andra Septian
Andra Septian
A full time Jakartan who spend his weekdays as HR Recruitment Supervisor at Coal Mining Company. Enjoying his weekend as a lover

2 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *