March 13

Yogyakarta’s Sunset

Sebagai salah satu destinasi yang selalu ramai dikunjungi, Yogyakarta menyuguhkan beragam keindahan parawisata yang dapat kita nikmati. Selain wisata budaya dan kuliner yang menggugah selera, Yogya juga menyuguhkan keindahan alam yang harus dinikmati.

Sebagai pencinta pantai dan sunset, kali ini saya ditemani oleh sahabat saya menuju Queen of the South Resort, Parangtritis Yogyakarta. Berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Yogyakarta, dari hotel kami mengendari sepeda motor (read: saya cuma boncengan dibelakang).

Saat tiba di Resort ini, jika Anda tidak stay disini biasanya akan dikenakan biaya sebesar Rp 100.000,-. Nah, sangat beruntung saat itu kami tidak dimintakan biaya masuk :p

https://flic.kr/p/26QJFBu

Continue reading

May 1

Berpetualang di Kota Bukittinggi (Part 2)

Tidak akan pernah bosan ketika berlibur di Kota Bukittinggi, sekalipun saya adalah Putra Daerah dari Kota yang dikelilingi gunung dan bukit barisan ini. Saya akan melanjutkan kisah kami Berpetualang di Kota Bukittinggi, untuk kisah dan informasi sebelumnya dapat di-click di sini!

Hari yang indah dikala matahari cukup terik pagi ini. Kami berangkat meninggalkan Champago Resort Hotel. Hari ini kami dedikasikan untuk menikmati suasana kota Bukittinggi yang sudah tak begitu dingin seperti dulu. Sebenarnya untuk explore kota Bukittinggi sendiri tidak butuh waktu yang lama, karena jarak antar tempat wisata sendiri relatif dekat. Hanya saja, jika datang ke Bukittinggi saat long weekend atau masa-masa libur, pastinya Bukittinggi akan sangat macet, apalagi ruas jalan yang sangat sempit.

Continue reading

April 30

Berpetualang di Kota Bukittinggi (Part 1)

Bukittinggi adalah kota kedua terbesar di Sumatera Barat dengan jumlah penduduk lebih dari 91.000 orang dan luas daerahnya berkisar 25.24 km². Berjarak sekitar 90 km dari kota Padang (ibu kota provinsi Sumatera Barat), kota ini berlokasi disekitar 2 gunung berapi yaitu Gunung Singgalang (tidak aktif) dan Gunung Merapi (masih aktif). Dengan ketinggian berkisar 930m dari permukaan laut, kota Bukittinggi berhawa dingin. Tapi sekarang karena efek global warming, Bukittinggi sudah tidak sedingin dulu. Dinginnya kota Bukittinggi masih bisa dirasakan saat malam dan pagi hari, tidak heran jika mandi di sini berasa ice bucket challenge.

Bukittinggi sangat terkenal dengan beragam wisatanya, baik wisata budaya, wisata alam, wisata belanja, dan tentunya wisata kuliner. Sebagai informasi, untuk mengeksplor kota ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Namun karena pesatnya proses pembangunan di kota Bukittinggi, kota ini menjadi salah satu tujuan utama wisata Sumatera Barat baik di waktu liburan panjang maupun diwaktu long weekend. Saran saya, jika kamu ingin ‘menikmati’ kota Bukittinggi hindarilah berkunjung pada high season seperti libur lebaran, libur tahun baru, atau long weekend sekalipun karena akan penuh oleh lautan manusia dan lautan kendaraan (read: macet).

Kira-kira kita bisa berpetualang dimana saja ya di Bukittinggi ini?

Beberapa waktu lalu saya sempat mengajak teman-teman kantor untuk berlibur di Bukittinggi (ya, seharusnya saya memposting ini beberapa waktu lalu, hehehe). Ayo ikut berpetualang bersama kami!

Continue reading

January 30

Self Achievement Unlocked: Mountain Climbing!!

So, I went to Mountain Climbing last Sunday, January 25th 2015 to Bromo Mountain in East Java. Never have this kind of thing before. I am so proud of my self for did it!

original

“Traveling is not just seeing the new; it is also leaving behind. Not just opening doors; also closing them behind you, never to return. But the place you have left forever is always there for you to see whenever you shut your eyes.”

May 7

Visa China

Wah, setelah kemarin dadakan dibookingin tiket, tentunya hal berikutnya yang harus diurus adalah visa. Celakanya pada saat mau urus visa, hari Kamis, 1 Mei 2014 adalah hari libur nasional dan Jumat, 2 Mei 2014 waktu itu ke Chinese Embassy dan ternyata tanggal 1-2 Mei 2014 mereka tutup.

jadilah hari Senin udah dari dini hari banget (jam stengah tujuhan) udah ngantri di depan Kedutaan China. Se-nggak-tau-itu, hingga sekitar jam 8an ada Guru SMA yang nanyain mau ngapain ke Kedutaan China karena beliau dan muridnya mau wawancara gitu. Ya gua bilang, mau bikin visa. Loh, ternyata buat bikin visa China itu bukan di Embassy nya, tapi ada Chinese Visa Application Center di East Tower. Jadilah perjuangan menanti di depan Kedubes ini sia-sia dan mungkin juga tanggal 1-2 Mei itu mereka sebenarnya buka.

Bener aja dong, mau jam 9 antriannya udah lumayan panjang. Setelah ambil nomor antrian dan dipanggil ke counter nya; kebetulan ngantrinya nggak lama karena mau apply visa yang ekspres dan pagi itu untuk yang ekspress masih sepi. Tapi sayang banget akan ada kendala.
1. Untuk visa tourist, sebenarnya (katanya sih ya) ngga bisa ekspress 1-2 hari, ekspress nya bisanya 3 hari, artinya itu baru selesai Rabu dan bisa diambil Rabu jam 9. Lah, kan pesawat gua bahkan Rabu jam 8.20. Alhasil, harus re-schedule tiket.
2. Untuk visa tourist, kita ngga bisa nyantumin alamat teman kita di form, karena itu jadinya visa visitor dan harus punya banyak dokument yang lebih ribet lagi yang harus disiapkan, seperti surat izin kerja, surat izin menetap, dll. Solusinya, harus booking penginapan di Shanghai, at least 1 malam aja nggak papa walau nanti ujung-ujungnya stay di tempat teman.

Jadilah kelimpungan langsung ngurus reschedule tickets dan minta Dad buat bookingin penginapan. Masalahnya adalah, udah reschedule ticket tapi tiketnya lama banget dikirim via email dan nyari tempat priting di sekitaran Ambas susah juga. Gua akhirnya ngeprint ke Tebet dong.

Singkat cerita, semua berkas lengkap dan visa siap di hari Rabu. Alhamdulillah. See you tomorrow, Shanghai!

April 30

Another (Late) Graduation Gift

Wisuda memang Februari yang lalu, tapi nggak menutup kemungkinan dong kalau masih ada kejutan-kejutan lainnya yang menyusul dalam rangka graduation gift.

Sebenarnya graduation gift ini sudah direncanakan jauh sebelum saya wisuda. Hm, direncanain bukan berarti sudah tidak menjadi kejutan lagi, tetapi direncanakan agar mendapatkan timing yang pas. Memang apa sih Ndra graduation gift-nya?

Graduation gift kali ini datang dalam wujud mengunjungi Bapak Angkat waktu saya mengikuti pertukaran pelajar beberapa tahun yang lalu. Kebetulan 2014 ini beliau akan sering melakukan business meeting di Asia, sayangnya so far belum ada schedule untuk meeting di Indonesia. Dad (begitu saya menyapa Bapak Angkat saya ini) dari Januari hingga April sudah meeting di Shanghai, Beijing, Hong Kong, Bangkok, dan Singapore (pada awal April beliau menawarkan untuk bertemu di Singapore, namun saya tidak bisa karena harus mengikuti suatu test pada saat itu)
Continue reading